BERBAGI

KAMPALA – Otoritas Pajak Uganda (Uganda Revenue Authority/URA) telah merancang Strategi Mobilisasi Jangka Menengah (Medium Term Revenue Mobilisation Strategy/MTRS) sebagai upaya untuk memenuhi target penerimaan negara. Salah satunya yakni dengan menerapkan strategi pajak baru.

Komisaris Jenderal URA Doris Akol mengatakan strategi yang saat ini tengah diformulasikan akan selaras dengan ambisi pemerintah untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, kereta api dan energi.

“Strategi pajak yang baru akan bekerja untuk menghubungkan sistem antardepartemen, kementerian dan instansi pemerintah yang terkait untuk memudahkan tujuan administrasi perpajakan,” jelasnya dalam 10th Open Minds Forum di Kampala Serena Hotel, Kamis (17/8).

Tujuan utama dari MTRS adalah untuk memastikan bahwa pengumpulan pendapatan yang diterima pemerintah harus sesuai dengan pengeluaran pemerintah. Oleh karena itu, antardepartemen, kementerian dan instansi pemerintah lainnya harus terbuka dalam berbagi informasi dengan URA sehingga mobilisasi pendapatan dapat diawasi.

Akor mengatakan URA lebih berkonsentrasi pada peningkatan mobilisasi pendapatan dalam negeri untuk memfasilitasi perencanaan pemerintah, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari volatilitas dan ketidakpastian dalam arus masuk yang membuat perencanaan dan pengelolaan anggaran menjadi sulit.

Area fokus lainnya adalah penggunaan Single National Identifier untuk memastikan bahwa semua transaksi keuangan terhubung dengan nomor identifikasi seperti Nomor Identifikasi Nasional (NIN) atau Nomor Identifikasi Pajak (NPWP).

Perwakilan Internasional Monetary Fund (IMF) Uganda Clara Mira menyatakan dukungannya dan sangat menyambut baik rencana baru tersebut. Menurutnya, dilansir dalam independent.co.ug, pelaksanaan strategi baru ini dan manfaatnya harus diterima secara menyeluruh oleh semua sektor, termasuk juga masyarakat.