BERBAGI

BEIJING, – Sebuah terobosan coba dilakukan Asosiasi Sepak Bola China (CFA) untuk membatasi arus masuk pemain asing yang dibeli dengan harga fantastis oleh klub-klub Liga Super China. Usulan tersebut yakni penetapan pajak 100% untuk setiap pembelian pemain asing pada bursa transfer musim ini.

Juru bicara Badan Pemerintah Keolahragaan China mengatakan usulan ini bertujuan untuk mencegah klub-klub sepak bola di negaranya untuk menghambur-hamburkan uang. Penetapan pajak 100% bagi setiap transfer pemain akan membuat klub China memperbesar gaji hingga dua kali lipat.

“Pajak itu akan dikenakan kepada klub-klub yang belanja pemain baru yang nantinya akan disetor ke pemerintah,” ungkap keterangan resmi Badan Pemerintah Keolahragaan China, Senin (19/6).

Pada transfer pemain musim dingin lalu, klub-klub di China mengeluarkan dana transfer dengan total mencapai £331 juta atau Rp5,6 triliun. Dengan jumlah yang bombastis tersebut, China berhasil mendatangkan pemain sepak bola Oscar, Axel Witsel, Carlos Tevez, dan Graziano Pelle.

Sementara itu, tahun ini dikabarkan dua nama besar yang berpeluang merapat ke China adalah Wayne Rooney dan Diego Costa. Bahkan, Zlatan Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo pun berpeluang merapat terkait situasi di klub masing-masing.

Sebelumnya, China sudah melakukan langkah pertama dengan memperketat batasan pemain asing yang boleh dipakai dalam pertandingan. Hanya boleh ada tiga pemain non-China yang bermain dalam satu pertandingan.

Untuk musim depan, China sedang menggodok rencana untuk memaksa klub memainkan pemain U-23 dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pemain asing di lapangan. Usulan-usulan tersebut, seperti dilansir bbc.com, diharapkan akan bisa mengerem nafsu belanja klub-klub CSL.