BERBAGI

Jakarta – Direktorat Jendral Pajak bakal memburu para pengusaha daging sapi yang dinilai melakukan kecurangan dalam hal perpajakan.

Direktur Jendral Pajak, Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, pengusaha daging sapi membuat perusahaan-perusahaan yang teraviliasi di setiap level distribusi, sehingga bisa meraup banyak untung.

“Jadi setiap titik poin jalur distirbusi ini pemiliknya ya dia dia juga,” ungkap Ken di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Untung besar tersebut tak diikuti kepatuhan membayar pajak. Ia mengatakan, modus yang digunakan para pengusaha nakal itu ialah dengan menggunakan dokumen fiktif yang tidak sesuai. Kebanyakan pelaku pengusaha daging sapi menggunakan dokumen pengiriman alat eletronik dalam proses distribusinya.

“Barangnya yang dikirim daging sapi, tapi dokumennya apa. Mereka kebanyakan pakai dokumen clue-nya alat alektronik,” kata Ken.

Oleh sebab itu, Ken mengatakan, pihaknya akan mengenakan pajak untuk perusahaan yang terbukti mengemplang pajak dari bisnis daging sapi, dengan pungutan sebesar 25% ditambah pajak sanksi maksimal 48%, dari keuntungan bisnisnya.

“Kita akan ambil hak rakyat yang sudah mereka ambil dari keuntungan besar yang mereka nikmati,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji mengatakan, pihaknya telah memiliki data wajib pajak badan importir daging. Ia mengatakan, pihaknya telah membidik 97 dari 429 pajak badan importir sapi.

“Jadi ini ada sementara kita analisa dan kita terbitkan surat peringatan. Bahkan juga ke para pemegang saham dan pengurusnya, dan ini tidak sendiri,” kata dia. (dna/dna)