BERBAGI

Jakarta, – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk, melakukan sosialisasi amnesti pajak (tax amnesty) tahap akhir kepada komunitas masyarakat Indonesia di London, Inggris.

Termasuk dalam komunitas tersebut adalah wajib pajak besar dan profesional muda Indonesia di Inggris yang tergabung dalam Young Indonesian Professionals’ Association in UK (YIPA).

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, mengingatkan amnesti pajak akan berakhir pada 31 Maret 2017. Karenanya, seluruh wajib pajak baik di dalam maupun di luar negeri harus segera memanfaatkan program pengampunan pajak ini.

Pada periode III ini, tarif tebusan harta deklarasi dalam negeri dan repatriasi adalah 5 persen dari nilai harta tambahan yang diungkap. Kemudian, tarif tebusan 10 persen dikenakan untuk harta deklarasi.

Sementara, tarif tebusan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 0,5 dan 2 persen, tergantung nilai aset yang dimiliki.

Dikutip dari keterangan resmi DJP, Jumat (10/3), dalam sosialisasi ini, Dirjen Pajak juga mengingatkan kewajiban lanjutan para peserta tax amnesty serta meminta komitmen untuk mulai membangun budaya kepatuhan pajak yang baru. Hal itu dimulai dengan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) sesuai batas waktu yang berlaku.

Sebagai informasi, sosialisasi Amnesti Pajak tahap akhir ini dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja Ken ke Inggris. Pada Selasa (7/3) lalu, delegasi DJP melakukan kunjungan dinas ke Kantor Pusat otoritas pajak Inggris (Her Majesty’s Revenue and Customs).

Kunjungan itu dimaksudkan untuk membangun hubungan bilateral perpajakan antar dua otoritas pajak ke arah yang lebih baik serta membahas masalah perpajakan internasional yang dihadapi oleh kedua negara seperti masalah pemajakan atas perusahaan teknologi multinasional. (gen)