BERBAGI

NEW DELHI – India terus mendorong pertumbuhan di sektor pariwisata khususnya industri wisata domestik. Insentif berupa pemotongan pajak jadi rencana teranyar pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi tersebut.

India adalah rumah bagi 250 juta orang kelas menengah yang merupakan target dari kebijakan ini. Melalui insentif pajak, pemerintah mengamanatkan ratusan juta kelas menengah untuk pergi menjelajahi negeri mereka sendiri.

“Kami akan mengumumkan langkah-langkah dalam anggaran untuk mempromosikan investasi di sektor pariwisata. Salah satunya adalah rencana penurunan pajak ke posisi 28% untuk tarif hotel sebagai insentif pihak swasta masuk ke industri pariwisata,” kata Menteri Keuangan India, Arun Jaitley, Senin (15/1).

Melalui pemotongan pajak diharapkan memberikan kontribusi signifikan pada angka pertumbuhan ekonomi. Selain itu, industri pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan merata ke seluruh penjuru negeri.

Seperti yang diketahui, industri pariwisata adalah wadah pekerjaan bagi 40 juta orang India dan diproyeksikan akan bertambah 10 juta lagi dalam satu dekade ke depan. Sektor pariwisata produsen film Bollywood itu terus tumbuh positif dalam dua tahun terakhir dan pertumbuhannya berkisar di angka 8% hingga 10%.

“Pengembangan pariwisata untuk wilayah di bagian timur laut menjadi prioritas karena wilayah tersebut terpencil dan minim akses,” ungkap PM Narendra Modi dilansir Daily Asean Travel News.

Tidak hanya melalui insentif berupa pemotongan pajak untuk akomodasi wisata. Sektor penerbangan juga ikut kecipratan insentif pemerintah untuk pelayanan rute domestik. Kebijakan penerbangan dengan harga rendah yang dirilis pada tahun 2017 itu menimbulkan efek instan berupa peningkatan volume penerbangan.

Data penerbangan domestik  pada tahun 2017 mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 17% dari tahun 2016. Secara total ada 10,6 juta penumpang domestik pasca kebijakan penerbangan murah diluncurkan pemerintah.

Kebijakan sektor pariwisata ini memang menyasar industri domestik, namun wisatawan asing juga ikut menikmati kebijakan ini. Turunnya tarif pajak hotel akan menguntungkan wisatawan internasional. Pasalnya, selama ini India salah satu negara dengan pajak hotel tertinggi di Asia.

“Di India, wisatawan rata-rata membayar pajak 30% untuk kamar hotel dan melakukan perjalanan, sedangkan Singapura, Thailand dan Indonesia hanya dipatok sebesar 10%,” kata Presiden Asosiasi Travel India, Pronab Sarkar.