BERBAGI

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) menjelang akhir 2017. Samsat Jakarta Selatan sendiri menargetkan pajak PKB dan BBNKB pada 2017 ini sebesar Rp 3,4 triliun.

“Di Unit PKB-BBNKB Jakarta Selatan, target 2017 sebesar Rp 3,4 triliun,” ujar Kepala UPT PKB-BBNKB Jakarta Selatan Khairil Anwar, Kamis (7/12/2017).

Dari target Rp 3,4 triliun itu, 94 persen telah terealisasi. “Hingga 6 November 2017, sudah terealisasi sebesar Rp 3,2 triliun atau 94 persen, sehingga sampai akhir tahun masih kurang Rp 200 miliar,” lanjut Khairil.

Dengan adanya penghapusan denda administrasi ini, Khairil berharap target tersebut dapat terpenuhi. “Semoga tercapai,” tuturnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihak Dispenda bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggalakkan razia keabsahan STNK (surat tanda nomor kendaraan). Sementara itu, penghapusan denda administrasi dilaksanakan sejak 30 November hingga 23 Desember mendatang.

Razia tim gabungan Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Ditlantas Polda Metro Jaya, Dishub DKI Jakarta, dan Jasa Raharja terhadap keabsahan STNK dilaksanakan mulai 6 Desember 2017. Polisi mencatat, cukup banyak pemilik kendaraan yang menunggak pajak.

“Dengan razia ini, diharapkan para wajib pajak timbul kesadarannya untuk membayar pajak. Manfaatkan segera program penghapusan sanksi administrasi PKB dan sanksi administrasi BBNKB, segera bayar pajak kendaraan Anda sebelum dilakukan razia oleh tim gabungan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.