BERBAGI

MANILA – Filipina berencana mengikuti jejak Indonesia untuk menerapkan kebijakan amnesti pajak atau tax amnesty. Rencana tersebut bertujuan untuk mendorong penerimaan negara guna mendanai pengeluaran belanja yang ambisius.

Sekretaris Keuangan Filipina Carloz Dominguez mengatakan Pemerintah Filipina akan menyasar para penghindar pajak serta memperkuat tingkat kepatuhan wajib pajak sebelum mengadopsi program tax amnesty.

“Kemungkinan besar program tax amnesty yang akan diterapkan akan sangat mirip praktiknya dengan yang telah dilaksanakan di Indonesia,” ungkapnya dalam wawancara televisi Bloomberg, di Cebu, Filipina, Jumat (7/4).

Dominguez menegaskan program tax amnesty yang akan dilaksanakan nantinya bisa gagal jika masyarakat tidak benar-benar percaya bahwa program ini dapat berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, pemerintah Filipina juga akan tegas dalam mengejar para penghindar pajak.

“Pertama kami akan mengejar mereka, menunjukkan bahwa pemerintah serius akan hal ini dan memiliki kemauan politik untuk menghentikan penggelapan pajak,” katanya.

Secara garis besar, program tax amnesty yang dilakukan di Indonesia pun dipandang sukses lantaran dapat menarik lebih dari 970.000 wajib pajak yang turut berpartisipasi. Dominguez, seperti dilansir Philstar.com, mengatakan akan berupaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak serta mendorong rencana reformasi perpajakan.

“Pemerintah Filipina membutuhkan dana sebesar US$160 miliar atau sekitar Rp2.134 triliun untuk membiayai proyek-proyek infrastrukturnya,” tutur Dominguez