BERBAGI

ISLAMABAD – Keputusan pemerintah Pakistan untuk memberikan insentif pajak terhadap industri teknologi informasi (TI) berupa pembebasan pajak atas ekspor teknologi informasi, tidak hanya akan mempromosikan industri ini, namun juga akan memastikan era baru evolusi TI di negara ini.

Menteri IT dan Telekomunikasi (MoIT) Anusha Rehman mengatakan industri TI saat ini sangat berkembang pesat, sehingga membutuhkan dukungan untuk terus memajukan industri tersebut. Oleh karena itu, pembebasan pajak di industri TI akan diberlakukan sampai Juni 2019.

“Pemerintah federal telah memperpanjang pembebasan pajak atas ekspor produk dan layanan TI dalam anggaran keuangan tahun 2016/17,” ungkapnya, Kamis (6/7).

Rehman menambahkan pemberian insentif pajak tersebut dikarenakan selama beberapa tahun terakhir, MoIT telah mengambil sejumlah inisiatif untuk pengembangan TI, terutama di bidang akses, keterampilan, pasar, dan tata kelola untuk mencapai visi Perdana Menteri Nawaz Sharif tentang Pakistan Digital.

Selain itu, dalam anggaran yang ditetapkan baru-baru ini, tarif bea untuk layanan telekomunikasi telah berkurang dari 18,5% menjadi 17%. Pajak penjualan untuk smartphone juga berkurang dari Rs1,000 atau Rp123ribu menjadi Rs650 atau Rp80ribu per produk, serta tarif bea  untuk peralatan telekomunikasi dipangkas dari 16% menjadi 9%.

“Tentunya dengan pemberian insentif pajak dan pemotongan tarif pajak kepada industri TI dan industri telekomunikasi akan terus memperkuat kedua industri ini ke depannya,” ujar Rehman dikutip dari thenews.com.pk.

MOIT juga telah memulai banyak program pelatihan pengembangan keterampilan dan magang, termasuk program ICT4Girls yang menargetkan puluhan ribu anak perempuan sekolah, dan akan segera meluncurkan program pelatihan keterampilan digital besar yang akan melatih lebih dari satu juta peserta pelatihan lepas.