BERBAGI

JAKARTA – Kejuaraan olah raga masih menjadi primadona di berbagai negara, apalagi dalam suatu kejuaraan ada penobatan pemain terbaik (Most Valuable Player/MVP).

Lalu bagaimana nilai pajak yang dibayarkan oleh MVP kelas dunia? Berikut rangkuman daftar pembayar pajak tertinggi dengan kategori olahragawan. Berikut ringkasannya:

1. LeBron James

LeBron menjadi salah satu bintang terbesar di The National Basketball Association (NBA), namun LeBron juga memiliki salah satu tagihan pajak terbesar di antara pemain basket profesional lainnya di seluruh negara.

Berkat undang-undang “jock tax” yang diberlakukan oleh banyak negara bagian, LeBron yang tinggal di Florida dan tidak memiliki pajak penghasilan (PPh) negara bagian, masih membayar PPh di 18 negara bagian lainnya di mana dia bermain basket.

Dia membayar pajak sebesar US$17 juta atau setara Rp233,47 miliar untuk tarif sebesar 39,6% dengan tingkat maksimum yang dihitung dari toral pendapatan kotornya sebesar US$64,8 juta atau setara Rp889,96 miliar.

2. Von Miller

Pemain belakang Denver Broncos Von Miller memberi penampilan terbaik dari setiap pemain defensif dalam sejarah American Footbal selama Super Bowl 2016, bahkan dia juga mendapatkan status MVP dan gaji hampir $10 juta atau senilai Rp137,34 miliar.

Pria yang masih lajang itu memiliki penghasilan yang juga tinggi karena brkontribusi positif atas performanya. Jadi jika dia membayar pajak dalam kategori wajib pajak besar dengan tarif 39,6% atas penghasilan di atas US$413.200 atau setara Rp5,67 miliar, maka dia berpotensi memiliki utang pajak di suatu tempat atau negara bagian.

Mengingat, kediamannya di Texas tidak berlaku tarif PPh, tapi justru dia harus dikenakan ‘jock tax’ atas penghasilannya di negara bagian lain di mana dia bermain American Footballatau bertanding sepanjang tahun berjalan, termasuk di California.

Berdasarkan kebijakan pajak di negara bagian tempat dia tinggal, Miller dikenakan pajak sebesar US$3,56 juta atau senilai Rp48,94 miliar.

3. Floyd Mayweather

Ketika petinju Floyd Mayweather mengalahkan Manny Pacquiao, dia meraup sekitar US$220 juta, tapi dia tidak membawa semuanya ke rumah. Mayweather mengambil hadiah tersebut sebagai atlet dengan penghasilan tertinggi.

Pada tahun pajak yang sama, dia menghasilkan uang sebanyak US$300 juta. Hal itu sekaligus menjadikannya salah satu wajib pajak besar kategori atlet olah raga kelas dunia.

Tarif PPh yang berlaku untuk Mayweather yaitu 39,6% atas pendapatan US$413.200 atau setara Rp5,67 miliar. Maka petinju kelas kakap terkini itu menyetor pajak sebesar US$120 juta atau setara Rp1,64 triliun.

4. Roger Federer

Petenis legendaris ini tergolong sebagai atlit dengan penghasilan tertinggi pada tahun 2015. Tapi dia mengalihkan penghasilan itu ke Wollerau Swiss yang memberlakukan tarif pajak terendah di kawasan Eropa

Upayanya itu dilakukan untuk mengamankan sebagian penghasilan keseluruhannya sebesar US$67 juta atau senilai Rp920,17 miliar penghasilan yang diperoleh pada saat memenangkan kompetisi atau pertandingan.

Sementara, tarif pajak di Wollerau yakni hanya 11,56% dari penghasilan. Meski begitu, Federer tetap memiliki utang pajak sebesar US$7 juta atau senilai Rp96,13 miliar.

5. Phillip Rivers

Anggota San Diego Chargers dengan posisi quarterback ini dikabarkan menyetor PPh dengan tarif 50% atas penghasilan yang diperolehnya sebesar US$37,5 juta atau senilai Rp515,02 miliar. Capaian itu menjadikannya pembayar pajak berkategor pemain American Footbal tertinggi di National Footbal League (NFL).

Tingginya pajak yang ditanggung Rivers karena sebagian penghasilannya dikenakan ketentuan PPh Federal dan ‘Jock Tax’. Tapi karena dia hanya bermain di 1 tim dari 3 tim di California, Rivers dikenakan pajak dari negara bagian Amerika Serikat (AS) dengan tarif 13,3%

6. Andrew McCutchen

Atlet Pittsburg Pirate ini menjadi all-star di lapangan baseball, bahkan dia juga menjadi all-star di mata otoritas pajak AS (Internal Revenue Services/IRS). Pemain baseball berposisi outfielder itu membawa pulang penghasilannya sebesar US$10 juta atau setara Rp137,34 miliar dan tambahan penghasilan sebesar US$51,5 juta atau senilai Rp707,30 miliar atas perpanjangan kontrak selama 6 tahun.

Tapi karena semua uangnya disimpan di Bank, McCutchen dikategorikan sebagai wajib pajak besar dengan tarif 41,95% dan ditambah dengan pungutan ‘jock tax’ terhitung jumlah dia bermain bersama timnya di negara bagian AS, seperti di Illinois dan St. Louis.