BERBAGI

MADRID – Gelandang Real Madrid Luka Modric tersangkut kasus penggelapan pajak dan telah membayar otoritas pajak Spanyol hingga mencapai €1 juta atau setara Rp16,94 miliar.

Berdasarkan informasi dari pengadilan Spanyol, pesepak bola berdarah Kroasia itu menghindari €870.728 atau senilai Rp14,75 miliar atas penghasilannya pada tahun 2013-2014. Penghindaran itu dilakukan dengan melarikan uangnya ke perusahaan cangkang yang berdiri di Luksemburg.

“Pria berusia 32 tahun itu mendapat bayaran dari Madrid dan Tottenham Hotspur sebesar £30 juta atau senilaiRp575,68 miliar secara rukarela,” papar narasumber yang enggan disebut namanya.

Modric menyambangi pengadilan dengan membawa bukti telah membayar sejumlah uang yang sekitar Rp16,94 miliar kepada otoritas pajak tertanggal 4 Januari 2018, jumlah itu dikabarkan sesuai dengan jumlah pajak dan bunganya.

Hingga saat ini, otoritas kehakiman masih menggali harta finansial kepemilikan Modric di Isle of Man. Modric pun enggan berkomentar lebih dalam mengenai kepemilikan hartanya yang disimpan di Isle of Man.

Berkat kasus kelalaian pajaknya, Modric menjadi salah satu dari sekian banyak pesepak bola kelas dunia yang tersandung kasus pajak, khususnya di Spanyol. Kasus-kasus itu berkaitan dengan hak citra (image rights) pesepak bola dari penghasilan yang diperolehnya dari beberapa tahun belakangan.

Lalu pencetak gol terbanyak Real Madrid sepanjang masa Cristiano Ronaldo tampil di pengadilan pada bulan Juli atas tuduhan menghindari pajak senilai €14,7 juta atau setaraRp249,06 miliar antara tahun 2011 dan 2014.

Selain itu, Duet Barcelona Lionel Messi dan Javier Mascherano menerima hukuman 21 bulan dan penangguhan 1 tahun hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan penipuan pajak atas hak citra mereka pada tahun 2016.

Namun, sanksi yang jatuh kepada Messi kemudian digantikan dengan denda sebesar €252.000 atau senilai Rp4,26 miliar. Kasus pajak lain juga terjadi pada pemain Real Madrid Marcelo yang akhirnya menyadari telah menggelapkan pajak €490.917 atau senilai Rp8,31 miliar atas tahun pajak 2013.