BERBAGI

Cilacap – Penahanan menjadi salah upaya yang dilakukan pemerintah kepada wajib pajak yang bandel. Namun jika tak juga memenuhi kewajibannya, bisa jadi mereka dipindah ke LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Penahanan di Nusakambangan ini memang kita pilih kepada wajib pajak yang benar-benar tidak memenuhi kewajiban pajaknya dalam rangka pelunasan utang pajak,” kata Kakanwil jateng II Rida Handanu di Lapas Batu, Nusakambangan, Selasa (21/3/2017).

Menurut dia, dengan penahanan di Pulau Nusakambangan, diharapkan para penunggak pajak akan segera melunasi hutangnya.

“Kalau sudah lunas mereka kita kembalikan,” ujarnya.

Dengan pemindahan sandera dari Mataram, NTB ke Nusakambangan bisa menjadi referensi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah se Indonesia untuk menitipkan para wajib pajak yang membandel.

“Kami juga akan menyerahkan wajib pajak kami dari LP Bandung ke Nusakambangan. Sebetulnya wajib pajak itu punya kemampuan bayar tetapi tidak mau melunasi kewajibannya. Oleh karena itu sebagai efek jera kami akan memindahakan dari LP Bandung ke lapas Batu, Nusakambangan,” kata Kakanwil Jabar I, Yoyok Satiotomo.

Selama ini, kata Yoyok, para penunggak pajak yang sudah dilakukan sandera atau penahanan di LP yang ada di kota tidak juga jera.

Mereka tetap tidak segera melunasi utang pajaknya. Dia memperkirakan 4 minggu atau 1 bulan ke depan akan segera memindahkan para wajib pajak yang membandel tersebut ke Nusakambangan.

“Karena lapas-lapas yang ada di kota-kota itu sangat nyaman bagi wajib pajak dan masih bisa dikunjungi oleh keluarganya kapan saja dia mau. Berarti kalau di sini (Nusakambangan) tidak semua bisa masuk. Ini diharapkan tempat yang tepat bagi penunggak pajak,” ujarnya.

Karena dari pengalaman sebelumnya, para penunggak pajak yang pernah ditahan di kotanya tapi tidak juga segera menyelesaikan kewajibannya akan langsung melunasinya ketika tahu akan dipindah ke Nusakambangan.

“Waktu itu sempat mau masuk (Nusakambangan) dari berbagai daerah, dari solo, dari Bandung. Cuma ada wajib pajak begitu dia tahu mau dipindah ke Nusakambangan langsung bayar, Rp 14 miliar waktu itu,” jelasnya.

Kapalas Batu, Abdul Aris menambahkan ada penunggak pajak yang masuk Nusakambangan dan langsung melunasi pajaknya dalam waktu sembilan hari sejak dirinya dipindah ke Lapas Batu.

“Paling lama 9 hari dengan itikad mau bayar. Ini bisa dijadikan referensi untuk menahan penunggak pajak, karena di Nusakambangan mulai dari jalan masuk, dari kunjungan semua terbatas. Beda dengan lapas yang ada di kota, bisa setiap saat (dikunjungi),” jelas Aris.

Para penunggak pajak tersebut nantinya, lanjut dia akan dimasukkan ke dalam sel isolasi berukuran 1,5×2,5 meter dengan fasilitas kamar mandi dan kasur lantai. Saat ini terdapat sekitar 16 sel isolasi yang siap menerima para wajib pajak bandel.
(sip/sip)