BERBAGI

BELOPA, – Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan akhirnya bertindak tegas pada penunggak pajak reklame. Operasi sapu bersih dijalankan untuk menertibkan papan reklame yang tak lagi berkontribusi pada kas daerah.

Kepala Bidanh (Kabid) Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu, Abdul Razak mengatakan upaya penertiban ini untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, semua sumber pajak pendapatan dioptimalkan. Terutama pendapatan dari pajak reklame, yang selama ini banyak yang menunggak.

“Kita tak main-main, reklame-reklame yang mangkir pajak atau tak diurus lagi oleh pemiliknya, kita bongkar,” katanya, Rabu (1/8).

Operasi penertiban ini sendiri akan dijalankan Bapenda selama lima hari ke depan. Sasaran pertama mulai dari jalan utama kabupaten.

“Sudah puluhan papan reklame yang dibongkar pada beberapa titik di jalan-jalan utama Kota Belopa, selama operasi penertiban papan reklame. Target kita adalah space iklan di seluruh wilayah kabupaten Luwu. Semua yang sudah lewat tempo pembayaran pajaknya, pasti kita bongkar,” paparnya dilansir Rakyatku News.

Menurut Abdul Razak, pemilik-pemilik reklame tersebut sebelumnya sudah diperingatkan dan disurati. Tapi bagi yang belum menaggapi atau yang menyatakan tidak memperpanjang pemasangan iklannya, baru pelepasan dilakukan.

”Sedangkan yang kita lepaskan hari ini, rata-rata yang masa tempo pembayaran pajaknya sudah lewat, dan tidak lagi melaporkan soal keberadaan papan reklamenya,” tuturnya.

Operasi penertiban papan reklame yang mangkir bayar pajak, melibatkan 12 personel gabungan dari Bapenda Luwu dan Satpol PP Luwu. Tim ini akan menyisir seluruh titik reklame yang tersebar di seluruh kabupaten Luwu, utamanya di pusat pusat kecamatan dan pusat ibu kota Kabupaten Luwu di Belopa. (Amu)