BERBAGI

JAKARTA – Lanskap global berubah cepat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini kemudian menuntut inovasi dari sistem tata aturan untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk dalam urusan pajak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peringatan pertama Hari Pajak, Sabtu (14/7). Pesatnya perkembangan zaman membuat objek pajak kian berkembang di sektor teknologi. Ini menjadi tantangan baru bagi Ditjen Pajak untuk mendesain instrumen pajak yang tepat.

“Sepuluh, dua puluh tahun yang lalu kita mungkin tidak terpikirkan bahwa perlunya untuk mendesain pajak bagi robot-robot yang sekarang dikembangkan, di mana akan dapat mudah menganggantikan tenaga kerja manusia,” ungkapnya dalam pidato upacara memperingati Hari Pajak di Kantor Ditjen Pajak, Sabtu (14/7).

Karena itu, inovasi merupakan sebuah keniscayaan dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks model bisnisnya. Menurut Sri Mulyani, terbukanya ceruk ekonomi baru merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi petugas pajak untuk meningkatkan setoran pajak ke kas negara.

“Saya berharap bahwa pegawai pajak dan institusi pajak terus mengembangkan inovasi, meningkatkan kemampuan dan selalu lincah, jelas, juga jeli dalam menyikapi perkembangan zaman dengan teknologi ekonomi di dalam masyarakat,” ungkapnya.

Namun, semua itu harus dilakukan dengan cara-cara non-eksesif. Sehingga setiap aturan pemajakan baru tidak berdampak negatif pada iklim berusaha di Indonesia.

“Kita menyaksikan bagaimana perdebatan cara yang terbaik memajaki e-commerce yang sebagian pelakunya adalah pelaku usaha kecil (UMKM). Bagaimana kita menyoalkan jasa pelayanan on demand service seperti Go-Jek di mana mitranya merupakan sebagian besar masyarakat menengah ke bawah,” terang Sri Mulyani.

Kendati demikian, dia menegaskan proses pengumpulan pajak yang dilakukan Ditjen Pajak juga harus memastikan tetap secara berkeadilan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa menumbuhkan perpajakan secara berkeadilan dan tetap untuk mendukung ekonomi dan perbaikan sosial,” pungkasnya.(Amu)