BERBAGI

Jakarta, — Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menyetor pajak senilai Rp63,5 triliun sepanjang tahun 2016. Hal itu membuat Sampoerna berani mengklaim sebagai pembayar pajak terbesar kepada pemerintah pada tahun lalu.

Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengungkapkan setoran pajak tersebut berasal dari cukai, pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan perusahaan, termasuk entitas anak dan PT Phillip Morris Indonesia.

“Kami tahu bahwa pembayaran pajak yang dibayarkan oleh industri dan Sampoerna sangat penting bagi Indonesia dan kami senang bisa menjadi bagian dalam meningkatkan penerimaan pemerintah yang bisa digunakan untuk proyek infrastruktur dan program prioritas pembangunan,” tutur Trumpaitis dalam paparan publik di Hotel Ritz-Carton Pacific Place Jakarta, Kamis (27/4).

Namun demikian, Trumpaitis berharap kebijakan cukai di masa mendatang bisa lebih diprediksi dan diatur untuk menjaga kebelangsungan industri domestik, petani, dan pekerja.

Sebagai informasi, Sampoerna mengantongi laba bersih sebesar Rp12,76 triliun pada tahun 2016 atau naik 23,16 persen dari tahun 2015 sebesar Rp10,36 triliun. Raihan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 7,18 persen pada tahun 2016 dari Rp89,1 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp95,5 triliun.