BERBAGI

Semarang – Di hadapan para pengusaha, Cagub Jateng Sudirman Said berjanji akan menjaga komunikasi dengan pengusaha jika terpilih pada Pilgub 2018. Berikut ini pernyataan lengkap Sudirman.

“Karena itu jika saya terpilih nanti, yang paling penting akan saya jaga adalah komunikasi di antara kita. Pemerintah dan pelaku ekonomi harus benar-benar dekat. Pemerintah Jateng boleh punya target, tetapi yang menjalankan adalah anda semua. Sangat tidak beralasan jika kita tidak bekerja sama,” ujar Sudirman di hadapan anggota Apindo yang tengah menggelar Rapat Kerja dan Konsultansi Provinsi Apindo Jateng di Semarang, Selasa (10/4/2018).

Sudirman melanjutkan saat ini 90 persen biaya penyelenggaraan negara diongkosi oleh rakyat melalui pajak. Hal ini berbeda dengan masa lalu, katanya, di mana pendapatan negara sebagian besar didapat dari hasil ekspor bahan tambang dan hasil bumi Indonesia.

“Dalam keadaan demikian pemerintah harus berganti peran, mengubah perilaku, tidak bisa lagi semau gue. Peran yang pas untuk pemerintah adalah sebagai pelayan. Pemerintah harus menjadi pelayan bagi rakyatnya, bukan sebaliknya minta dilayani,” tuturnya.

Sebagai pelayan, kata Sudirman perilakunya harus manis, tak boleh adigang adigung adiguno, selalu ingat pesan Pak Harto: ojo gumunan, aja kagetan, ojo dumeh. Sudirman menilai sudah seharusnya pemerintah senantiasa lebih banyak mendengar majikannya.

“Majikannya adalah rakyat. Harus dijaga agar kata-kata, tindakan, dan keputusan pemerintah tidak melukai rakyat,” lanjut Sudirman.

Namun, menurutnya saat ini pergeseran peran dan perilaku pemerintahan itu belum sepenuhnya terjadi. Dia menilai pemerintah masih menjadi penentu segalanya.

Sudirman mengatakan komunikasi antara pemerintah dan pengusaha harus berjalan produktif.

Dalam kesempatan ini, Sudirman juga menyampaikan 3 pilar kehidupan bernegara yakni yang pertama adalah pemerintah yang bersih, dipercaya masyarakat, dan adil.

Kemudian korporasi sebagai pendorong utama ekonomi karena penyedia lapangan kerja, pembayar pajak, pemutar bisnis rantai nilai (value chain) dengan segala ukuran. Ketiga, masyarakat sipil, ormas, media, asosiasi, profesi, organisasi kemasyarakatan lainnya yang menjadi sumber ide, gagasan, kritik, dan penyeimbang keduanya, harus saling menguatkan.

“Para pengusaha adalah penyedia ketiga-tiganya. Karena itu pemerintah penting untuk bekerjasama dengan dunia usaha,” imbuh dia.

“Jika nanti saya duduk sebagai Gubernur menggantikan Mas Ganjar, kita akan samakan persepsi tentang peran masing masing dan bagaimana kita menjalin kerjasama. Tetapi, kurang lebih saya bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha pada umumnya. Tiga hal yang sering menjadi perhatian utama adalah kepastian hukum dan peraturan, hubungan dengan pekerja, dan pengelolaan sosial, termasuk soal pembebasan lahan untuk ekspansi,” urai Sudirman.

Dalam 22 Janji Kerjanya, butir-butir penting telah dirumuskan guna merespon kebutuhan tersebut, yakni membangun pemerintahan yang bersih, akan membawa pada kepastian regulasi, membangun huhungan industrial yang dialogis, membangun bank tanah, dan peningkatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang sesungguhnya.

“Intinya dialog penting. Kita harus jaga suasana itu. Dengan dialog banyak hal bisa kita selesaikan, banyak kesempatan bisa kita kerjakan bersama,” pungkasnya.