BERBAGI

SUKABUMI – Target penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk wilayah Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dipatok naik dari target tahun lalu. Sejumlah cara dilakukan untuk memenuhi target sebesar Rp48 miliar tahun ini.

Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (KCPPDD) Provinsi Jawa Barat Wilayah Sukabumi Iwan Juanda mengatakan sejumlah cara ditempuh untuk memenuhi target tersebut.

“Kita target Rp48 miliar lebih tahun ini. Tahun kemarin target kita melebihi 5%. Dari target Rp46 miliar tahun lalu, pendapatan overloadhingga Rp50 miliar,” katanya, Kamis (8/2).

Adapun cara yang akan ditempuh untuk mengejar setoran penerimaan pajak ialah dengan melakukan penelusuran dan pendataan wajib pajak. Selain itu, kerja sama dijalin dengan Pemerintah Kota Sukabumi untuk penelusuran intensifikasi dan ekstensifikasi pembayaran PKB.

“Baru Kota Sukabumi yang sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama atau MoU antara kacab Samsat kota dan Pemerintah Kota Sukabumi untuk pendataan PKB,” terang Iwan.

Lebih lanjut, dalam perjanjian kerja sama tersebut dijelaskan bahwa pemerintah Kota Sukabumi akan fokus pada aspek penelusuran pendataan dari pendapatan asli daerah (PAD) terutama dari segi pembiayaannya. Perluasan basis data wajib pajak menjadi agenda utama pemda.

Jika di tahun 2017 ada 2.000 kendaraan yang berhasil masuk basis data. Maka angkanya ditargetkan naik menjadi 4.000 kendaraan pada tahun 2018.

“Selain karena memang kewajiban pemerintah kota, karena memang share bagi hasilnya pun besar 70% untuk pemda dan 30% untuk pihak provinsi,” tutupnya.