BERBAGI

CAPE TOWN – Otoritas pajak Afrika Selatan (The South African Revenue Service Service/SARS) mengungkapkan terdapat lebih dari 2.000 wajib pajak yang mengikuti program khusus pengungkapan data secara sukarela (Special Voluntary Disclosure Program/SVDP) atau lebih dikenal dengan tax amnesty.

Menteri Keuangan Afrika Selatan Pravin Gordhan mengatakan hingga periode berakhir, sebanyak 2.018 formulir wajib pajak telah terdaftar mengikuti program tax amnesty. Dari jumlah tersebut baru 335 formulir yang telah diproses.

“Dari 335 formulir yang telah berhasil diproses, SARS mengatakan berhasil meraup pendapatan tambahan hingga lebih dari ZAR1 miliar (setara Rp4 triliun),” ujarnya, Selasa (10/10).

Program SVDP memberikan kesempatan bagi wajib pajak yang tidak patuh untuk mengungkapkan secara sukarela aset dan pendapatannya dari luar negeri yang selama ini disembunyikan. Program ini telah berlangsung sejak 1 Oktober 2016 sampai 31 Agustus 2017.

“Pendapatan yang berhasil dikumpulkan ini akan membantu SARS untuk memenuhi target pajak dalam kondisi perekenomian yang sedang melemah dan membantu negara dalam pengembangan sosio-ekonomi,” ujar Gordhan.

Meski hasil akhir yang didapatkan tidak sesuai dengan target, Gordhan mengaku cukup puas dengan antusias para wajib pajak yang telah turut serta dalam memanfaatkan program SVDP. Sampai saat ini, tim ahli SARS masih melakukan proses terhadap sisa formulir SVDP dan paling lambat akan diselesaikan hingga akhir tahun 2017.

“Wajib pajak yang belum mengajukan permohonan SVDP masih bisa melakukan pengungkapan secara sukarela melalui program VDP biasa,” tambahnya.

Program SVDP ini, dilansir dalam allafrica.com, ditawarkan menjelang berlangsungnya program pertukaran informasi perpajakan secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI) yang pertama kali akan diterapkan oleh otoritas pajak pada September 2017.