BERBAGI

Trenggalek – Sejak sepekan terakhir Satpol PP dan Dinas Pendapatan Kabupaten Trenggalek gencar melakukan penertiban papan reklame liar dan kedaluwarsa yang tersebar di sejumlah jalan protokol.

“Sasaran kami adalah semua jenis reklame, permanen maupun non permanen. Ini kami lakukan untuk menekan kebocoran potensi pajak daerah, karena apabila terus dibiarkan daerah bisa merugi hingga miliaran rupiah,” kata Kepala Satpol PP Trenggalek, Ulang Setyadi, Kamis (14/7/2017).

Selama melakukan razia, pihaknya menurunkan paksa ratusan reklame yang dipasang di depan kawasan pertokoan maupun jalan protokol. Tidak hanya reklame kecil, beberapa baliho berukuran jumbo yang telah habis masa ijinnya juga ikut diturunkan.

Ulang mengaku menemukan sejumlah reklame bodong yang dipasang dengan mengakali regulasi dari pemerintah daerah. Salah satunya dengan menumpang pada papan nama toko dan tempat usaha milik warga.

“Seolah-olah itu adalah nama toko, tapi sebenarnya adalah reklame, karena nama tokonya sangat kecil dan yang besar adalah merek produk tertentu,” katanya.

Menurutnya, sebelum dilakukan penurunan paksa, pihaknya secara persuasif berkomunikasi dengan pemilik toko, apabila pemasang maupun pengusaha bersedia membayar pajak, Satpol PP tidak akan melakukan pencopotan.

“Namun khusus untuk Jalan Panglima Sudirman, tidak boleh ada reklame rokok, hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah No 14 Tahun 2014. Sehingga kami terpaksa menurunkan,” imbuhnya.

Mantan kepala dinas perhubungan ini menambahkan, selama melakukan penertiban, jumlah reklame yang paling banyak diturunkan adalah jenis iklan yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Rencananya program penertiban papan reklame akan terus dilakukan oleh instansinya hingga ke seluruh wilayah dengan melibatkan Satpol PP di tingkat kecamatan.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak berharap, dengan razia tersebut pendapatan asli daerah dari sektor pajak reklame bisa meningkat. Karena potensi pemasukan dari jenis pajak tersebut cukup tinggi.

“Selain itu, khusus di Jalan Panglima Sudirman, kami ingin melakukan penataan ulang, pemasangan reklame harus rapi dan tertib, sehingga wajah kota akan lebih indah,” tandasnya.