BERBAGI

HANOI –  Sidang Komite Tetap Majelis Nasional Vietnam—lembaga tertinggi di Vietnam—pada Kamis (20/9/2018) sepakat memutuskan untuk menaikkan tarif pajak lingkungan bahan bakar minyak (BBM) mulai tahun depan, 1 Januari 2019.

Pajak lingkungan minyak petrol (Bensin) akan naik dari VND3.000 (US$13 sen) per liter jadi VND4.000 (US$17 sen) per liter, diesel (Solar) naik dari VND1.500 jadi VND2.000, minyak tanah naik dari VND300 ke VND1.000, dan untuk pelumas dari VND900 (US$3,9 sen) ke VND2.000 (US$8,6 sen).

Ketua Komite Tetap Majelis Nasional Bidang Luar Negeri Nguyen Van Giau mengaku khawatir bahwa kenaikan pajak tersebut akan menaikkan inflasi. “Kenaikan ini dijadwalkan tahun depan supaya target inflasi pemerintah di bawah 4% dapat tercapai,” ujarnya, Jumat (21/0/2018).

Agak berbeda dengan Van Giau, Ketua Komite Tetap Majelis Nasional Bidang Keuangan dan Anggaran Nguyen Van Hai mengatakan bahwa tarif baru tersebut hanya memakan 39% dari harga dasar BBM, yang artinya lebih rendah daripada Kamboja yang 49%, China 52%, dan Laos yang 56,5%.

Kenaikan pajak lingkungan itu, sambungnya, hanya akan menaikkan ongkos transportasi BBM sebesar 0,83% dalam 3 bulan pertama, sementara harga BBM sendiri diyakini tidak terpengaruh. “Kenaikan pajak BBM ini hanya mengerek ongkos transportasi, bukan harga BBM itu sendiri,” katanya.

Wakil Ketua Majelis Nasional Phung Quoc Hien mengungkapkan kenaikan pajak tersebut setiap tahun akan memberikan VND15,7 triliun (US$676,8 juta) ke pundi-pundi pemerintah, dan dengan demikian pemerintah akan memiliki cukup dana untuk mengelola persoalan lingkungan.

Ketua Majelis Nasional Nguyen Thi Kim Ngan mengatakan bahwa uang tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk melindungi lingkungan. “Dengan cara itu, rakyat Vietnam akan melihat bahwa uang tersebut tidak dimanfaatkan untuk membiayai proyek pemerintah yang lain,” tegasnya.

Menurut data Kementerian Keuangan Vietnam, harga BBM Vietnam lebih rendah ketimbang 120 negara di dunia. Tahun ini, dengan kurs US$1 = VND23.302, harga BBM Vietnam yang VND21.470 masih yang terendah ketimbang Thailand VND22.615, China VND22.615, dan Kamboja VND22.969.

Minyak adalah salah satu sumber utama pendapatan Vietnam. Tarif impor minyak, yang dibayar oleh pebisnis lokal, kini sekitar 7% dari total pendapatan negara. Vietnam meraup VND42,4 triliun (US$1,84 miliar) dari pajak lingkungan pada 2016, naik hampir 57% dari 2015. (Bsi)